Refleksi Kritis Pemikiran Ki Haja Dewantara
Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran yang sangat terkenal di dalam dunia pendidikan, semboyan yang sampai saat ini menjadi ciri khas topi anak sekolah yaitu Tut Wuri handayani. Selain itu ada tiga semboyan yang perlu diresapi dan dilaksanakan oleh pendidik, yaitu Ing Ngarsa Sun Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri handayani. Masing-masing semboyan memiliki arti yang sangat baik untuk “menuntun” peserta didik agar menemukan potensi yang dimilikinya agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri. Ing Ngarsa Sun Tulada, memiliki arti di depan memberikan contoh atau teladan. Sebagai seorang pendidik, tentunya kita harus memberikan teladan yang baik bagi murid. Jangan sampai pepatah Guru kencing berdiri, Murid kencing Berlari, berlaku saat ini. Hal ini karena segala perbuatan yang dilakukan seorang guru, akan ditiru oleh muridnya. Ing madya mangun karsa, memiliki arti seorang guru berdiri ditengah muridnya sebagai pemberi semangat atau motivator yang ulung untuk membangkitkan gairah belajar. Tut Wuri Handayani, memiliki arti dibelakang seorang guru harus mampu memberikan dorongan dan arahan bagi muridnya.
Sehingga dengan semboyan yang digaungkan oleh Ki Hajar Dewantara, sangat relevan bagi pendidikan dimasa kini. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan memiliki arti memberikan tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki seorang anak, agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Sedangkan pengajaran merupakan bagian dari pendidikan itu sendiri yaitu proses pendidikan yang memberikan ilmu atau keterampilan-keterampilan untuk kecakapan hidup anak baik secara lahir maupun batin.
Selama dua tahun dunia pendidikan digoncang dengan wabah Covid-19, semboyan Ki Hajar Dewantara masih tetap relevan dan mujarab, untuk diimplementasikan saat ini di dunia pendidikan dan sekolah pada khususnya. Dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 selama 2 tahun ini bagi murid yaitu putus sekolah, penurunan capain belajar, dan kekerasan pada anak dan risiko internal (ditsmp.kemdikbud.go.id). Banyak perubahan yang dirasakan ketika murid dan guru sudah dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Murid mendambakan sosok panutan atau teladan yang selama ini digantikan oleh dunia maya. Sudah saatnya kini seorang guru mengimplementasikan Ing Madya Mangun Karsa, memberikan semangat dan motivasi untuk giat belajar dan sekolah kepada peserta didik. Karena Covid-19 keadaan ekonomi dan sosial keluarga menjadi menurun, oleh karena itu dibutuhkan dorongan untuk membantu siswa agar tidak putus sekolah dan tetap belajar.
Selain dampak negatif yang ditimbulkan oleh Covid-19 terhadap dunia pendidikan, ada juga dampak positifnya, salah satunya yaitu mempercepat transformasi pendidikan. Hal ini sangat terasa sekali bagi guru, berkat covid-19 kita jadi mengenal berbagai macam platform untuk belajar. Mengenal LMS untuk memberikan materi dan tugas kepada siswa. Tentunya hal ini sebagai modal bagi guru itu sendiri, untuk menguasai media digital dan internet. Sehingga guru dapat menuntun siswa-siswanya sesuai dengan kodrat dan tuntutan zamannya. Era digital sudah dimulai, seorang siswa yang merupakan generasi Z tentunya sangat familiar dengan dunia digital. Mereka memilki kesenangan pada dunia digital dan media sosial, tentunya seorang guru harus menuntunnya agar mereka tidak menggunakan media digital untuk hal yang tidak baik.
Akan tetapi selama ini kemerdekaan dalam belajar belum dapat dipahami dan dilaksanakan di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari belum bebasnya siswa menggunakan sumber belajar yang berbeda, tugas yang berbeda dan proses pembelajaran yang berbeda-beda. Kemungkinan besar adalah karena masih belum berubahnya pola pikir (mind set) dari guru tersebut untuk menerima konsep merdeka belajar. selain itu ada juga resistensi dari guru untuk tetap menerapkan pola lama yang menyamaratakan setiap siswa. Padahal seorang anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya masing-masing untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan.
.png)
Komentar
Posting Komentar